Selasa, 03 Juli 2012

Kristal

   
          Istilah/nama kristal berasal dari bahasa Yunani 'krystallos' yang berarti  'es yang jernih' atau 'air abadi'.  Bentuk kristal yang belum diolah mempunyai bentuk nyaris sempurna, umumnya memiliki enam sisi.
         Proses untuk menghasilkan batu kristal membutuhkan waktu jutaan tahun.  Batu kristal terjadi ketika pembentukan bumi.  Sebuah batu kristal terbentuk dari unsur silikon dan air.  Batu kristal memiliki kekerasan sekitar 6-7 dalam skala mosh.
         Kristal merupakan padatan kecil yang terdiri dari banyak atom dan molekul.  Sebagian besar kristal berukuran kecil dan sulit untuk dilihat tanpa kaca pembesar.  Sebagian lainnya, seperti kepingan salju, dapat dilihat dengan jelas.  
         Kristal memiliki bentuk yang beraneka ragam seperti piramid, kotak, kubus, dan lain-lain.     Semua kristal memiliki sisi yang rata dengan ukuran sudut berlainan.  Kristal  dari  satu  benda   padat   seperti intan memiliki bentuk yang sama persis.
         Benda cair dan gas tidak terbentuk dari kristal.  Atom dan molekulnya selalu bergerak tidak seperti kristal.   
                                          Sumber : http://batukristal.com




          Kekuatan batu kristal berupa  'medan gelombang'elekto magnetik.  Batu kristal bisa digunakan untuk memusatkan sinar laser.  Selain itu sinar laser juga digunakan dalam bidang-bidang lain seperti penerbangan, kesehatan, pertanian, komunikasi, dan lain-lain.
          Di zaman Mesir kuno, kristal digunakan sebagai racun untuk melindungi piramid dari perampok.  Selain itu batu kristal juga digunakan untuk menerangi lorong-lorong, antena komunikasi dengan pangkalan ruang angkasa, dan juga untuk memusatkan gelombang elektromagnetik bumi untuk keperluan lainnya, selain itu juga digunakan di bidang kesehatan.  Di dalam terapi warna kristal dimanfaatkan sebagai penguat.
              


Tidak ada komentar: