Sabtu, 21 Juli 2012

Wayang Golek

       Wayang golek adalah salah satu cabang kesenian Indonesia tertua yang terbuat dari boneka-boneka kayu. Setiap boneka memiliki bentuk tokoh-tokoh tertentu dan diberi pakaian seperti manusia.  Wayang golek di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dikhususkan untuk memainkan lakon-lakon menak.
      Wayang golek di Jawa Barat merupakan alat komunikasi pandang dengar yang sudah lama akrab dengan audiennya.  Akan tetapi boneka golek selama ini baru dinikmati sebagai alat perupaan cerita saja.  Padahal jika dikaji lebih dalam lagi secara visual, mulai dari sikap kepala, warna wajah, pola garis alis, mata, hidung, kumis, mulut melambangkan watak setiap tokoh.
    Bahan yang digunakan untuk membuat golek adalah sisi kayu bulat-torak.  Kayu lame dan jeungjing(albasia) merupakan bahan yang baik untuk bahan golek.  Akan tetapi, kini, golek lebih banyak dibuat dari kayu jeungjing karena murah, mudah didapat, mudah dipahat, dan sangat baik untuk bahan golek.    
Kayu jeungjing lebih tahan cuaca dan tak mudah retak.  
       Bahan pewarna yang banyak digunakan adalah cat duco dengan pertimbangan cat duco lebih cepat kering dan menghasilkan warna lebih cerah.  Akan tetapi cat duco juga memiliki kelemahan yaitu lebih mudah tanggal jika berbenturan dengan golek lainnya. Tuding atau alat untuk menggerakkan lengan golek terbuat dari bahan bambu.  Bahan ini lebih lentur dibanding bahan lain. 
       Golek memiliki sifat pejal.  Penikmatan bentuknya sama seperti menikmati boneka, arca, ataupun bentuk tiga dimensi lainnya.  Golek merupakan bentuk tiruan rupa manusia(ikonografi).  Dalam pementasan cerita, golek 'dihidupkan' oleh dalang yang sekaligus berperan sebagai sutradara dan pemberi watak tokoh golek melalui sabetan atau antawacana.




Jenis-jenis wayang pada dasarnya dapat dikelompokkan berdasarkan 3 hal, yaitu:
1. Jenis wayang berdasarkan cerita
            Lakon wayang yang sudah dikenal di masyarakat adalah Mahabrata dan Ramayana.  Jenis wayang 
    yang digunakan antara lain adalah wayang kulit, wayang golek, wayang orang, dan wayang jemblung.  
    Wayang-wayang ini biasa disebut dengan wayang purwa.  
2. Jenis wayang berdasarkan cara pementasan
3. Jenis wayang berdasarkan bahan pembuatan
            Wayang berdasarkan kriteria ini dapat diuraikan menjadi dua kelompok, yaitu wayang yang berupa
    boneka dan wayang yang berupa gambar.

Tidak ada komentar: