Semen adalah zat yang digunakan untuk merekatkan batu-bata , batako, atau bahan bangunan lainnya. Kata semen berasal dari bahasa Latin caementum, yang artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". Meski sempat populer di zamannya, nenek moyang semen 'made in Napoli' ini tak berumur panjang. Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100-1500 M) resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peredaran.
Di zaman sekarang ini, Indonesia dikenal sebagai penghasil semen yang cukup baik. Selain semen abu-abu, di pasar Indonesia juga terdapat berbagai jenis semen yang memiliki sifat-sifat khusus. Semen-semen tersebut di antaranya adalah :
Di zaman sekarang ini, Indonesia dikenal sebagai penghasil semen yang cukup baik. Selain semen abu-abu, di pasar Indonesia juga terdapat berbagai jenis semen yang memiliki sifat-sifat khusus. Semen-semen tersebut di antaranya adalah :
Semen tipe I
Semen Portland untuk pemakaian umum yang tidak memerlukan persyaratan khusus, dikenal dengan semen abu-abu.
Semen tipe II
Semen ini dipakai apabila hasil cetaknya dibutuhkan kekuatan tekan tertentu dan ketahanan sulfat serta panas hidrasi sedang.
Semen tipe III
Semen ini dikenal sebagai semen portland cepat kuat (High-Early-Strength), digunakan untuk konstruksi dengan peralatan modern.
Semen tipe V
Semen ini dipakai untuk pembangunan beton air laut, air danau, air tambang, dan sebagainya. Semen ini memiliki ketahanan terhadap sifat korosi garam sulfat. Semen tipe V memberikan perlindungan lebih baik daripada semen tipe II.
Semen tipe O.W.C.
Semen ini dipakai untuk pengeboran sumur minyak. Semen portland berfungsi untuk menahan selubung baja
agar tidak runtuh. Selama proses pemompaan, semen tersebut haruslah tetap dalam keadaan cair. Proses pengentalan dan pengerasannya dipercepat oleh kenaikan temperatur yang bisa mencapai 130 derajat Celcius.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar