Prangko berasal dari kata Franco, yang diperkirakan berasal
dari seorang Itali yaitu Francesco de Tassis. Dia
rnembuat suatu pengantaran pos di Eropa. Rute pengantaran pos yang pertama
pada tanggal 18 Januari 1505.
Teknik pengiriman surat di jarnan dulu dilakukan berbagai cara seperti memakai merpati pos, kuda, atau pengiriman dengan berjalan kaki. Di
Baghdad menggunakan kerbau berkereta, di India rnenggunakan
sepeda, dan di Rusia menggunakan unta, anjing, rusa.
Cara pengiriman maupun pembayaran di zaman itu, lain jika dibandingkan saat ini. Pada saat itu si penerima
suratlah yang harus membayar ongkos kirimnya. Kalau kini, si pengirim suratlah
yang membayarnya.
Rowland Hill, Bapak Prangko, meninggal di Hampstead pada tanggal 27
Agustus 1879 dan dimakamkan di Westminster
Abbey, London.
Untuk rancangan armplop suratnya dibuat oleh William Mulready.
Sedangkan pencetak dikerjakan oleh Dundee serta pemilik toko buku, James Chalmers (1782-
1853). Ia mengusulkan kepada Rowland Hill untuk membuat prangko
berperekat.
Pengusul prangko berperekat sebenarnya bukan hanya James Chalmers,
tetapi juga seorang Austria dan Ljubljana (bangsa Slovenia) bernama L. Kosir, yang
pernah pula pula memiliki ide serupa.
Akhirnya dibuatlah prangko Penny Hitam yang terkenal itu. Rowland
Hill mencontohnya dari gambar sebuah medali peringatan yang dibuat oleh William
Wyon.
Medali berukir gambar Ratu Victoria (hanya bagian kepala). Dari gambar
tersebut Rowland Hill merancang prangko Black Penny dengan bantuan Charles dan Frederic Heath (ayah dan anak) untuk pewarnaannya. Sedangkan pencetak
prangko ini adalah Perkins, Bacon and Co. Berkat usaha keras Sir Rowland Hill, kini ia dijuluki sebagai Bapak Prangko
Internasional.
Oleh karena sejak pertama Inggris memakai prangko bergambar
Ratu tanpa nama negara, sampai kini pun prangko Inggris merupakan satu-satunya
prangko tanpa nama negara, hanya logo (bayangan) Ratu sebagai
lambang atau tanda prangko Inggris menggantikan nama negara pada prangkonya.
Prangko Black Penny resmi dikeluarkan dan digunakan secara resmi pada
perposan, pada tanggal 6 Mei 1840. Prangko ini bukan prangko tertua di dunia.
Prangko Black Penny diresmikan pemerintah pada saat itu dan boleh dipakai oleh semua orang untuk biaya pengiriman surat serta di mana besarnya nilai prangko disesuaikan dengan
tujuan pengiriman dari prangko itu sendiri.
Setelah Inggris, negara lain pun menerbitkan prangko antara lain Zurich,
Geneve, Basel (ketiganya di Swiss), Mauritius, Prancis, Bavaria, Amerika Serikat
dan Brazil. Sedangkan di Indonesia, pada
tanggal 1 April 1864, menerbitkan prangko pertama kali. Prangko tersebut berwarna
merah anggur dengan harga nominal 10 cent dan menampilkan gambar Raja
Willem III.




1 komentar:
Terima kasih, sudah berkunjung ke blog ini dan untuk referensi situsnya ..
Posting Komentar