Sebuah sistem tata surya dengan
satu bintang dan tujuh planet terdeteksi berjarak 127 tahun cahaya dari
bumi. Tata surya ini mungkin yang terbesar di alam semesta.
Studi pergerakan sistem planet ini mengungkap
kompleksitas interaksi dari gravitasi antar planet. Hal ini memberi pencerahan mengenai evolusi jangka panjang
sistem planet-planet ini.
Pakar astronomi telah mengkonfirmasi keberadaan lima planet di sistem tata surya yang baru ditemukan ini dan sedang memprediksi dua lainnya. Jarak induk bintang tata surya ini mengikuti pola umum sebuah tata surya seperti matahari. Bintang induk diberi nama HD 10180 yang berlokasi di bagian selatan kumpulan bintang Hydrus dengan jarak 127 tahun cahaya.
Lima planet dalam tata surya ini mengorbit dari enam sampai 600 hari. Jarak planet-planet dari HD 10180 berkisar antara 0,06 -1,4 kali jarak bumi-matahari. Massanya berkisar antara 13-25 kali bumi.
Pakar astronomi telah mengkonfirmasi keberadaan lima planet di sistem tata surya yang baru ditemukan ini dan sedang memprediksi dua lainnya. Jarak induk bintang tata surya ini mengikuti pola umum sebuah tata surya seperti matahari. Bintang induk diberi nama HD 10180 yang berlokasi di bagian selatan kumpulan bintang Hydrus dengan jarak 127 tahun cahaya.
Lima planet dalam tata surya ini mengorbit dari enam sampai 600 hari. Jarak planet-planet dari HD 10180 berkisar antara 0,06 -1,4 kali jarak bumi-matahari. Massanya berkisar antara 13-25 kali bumi.
Para ilmuwan memiliki alasan cukup kuat untuk
menyatakan bahwa dua planet lainnya memang ada. "Satu seperti
Saturnus (massanya diperkirakan minimal 65 kali massa bumi) dan waktu orbitnya adalah 2.200 hari. Sedangkan yang lainnya akan lebih kecil, sekitar 1,4 kali massa bumi.
Planet ini mungkin seperti bumi, tapi para ilmuwan ragu apakah di planet ini ada kehidupan, karena terlalu dekat dengan bintang induk.
Planet ini mungkin seperti bumi, tapi para ilmuwan ragu apakah di planet ini ada kehidupan, karena terlalu dekat dengan bintang induk.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar