Senin, 07 Januari 2013

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)


Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis ialah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.

Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.

Penularan
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Filariasis bisa ditularkan melalui 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres.

Gejala klinis
Gejala Filariais Akut berupa:
  • Demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Demam bisa hilang jika istirahat dan bisa muncul lagi setelah bekerja berat.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas, dan sakit
  • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)
  • Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening bisa pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
  • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)



Gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) di bagian tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Pencegahan
Untuk pencegahan terhadap penularan penyakit kaki gajah bisa dilakukan dengan cara:
  • Membersihkan tanaman air pada rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk serta menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air
  • Membersihkan semak-semak di sekitar rumah

Tidak ada komentar: