Tapak dara adalah perdu tahunan yang berasal dari Madagaskar namun telah menyebar ke berbagai daerah tropis lainnya. Nama ilmiahnya Catharanthus roseus (L.) Don. Perdu kecil tahunan ini berasal dari Amerika Tengah, tumbuh baik mulai dari dataran rendah
sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini
menyukai tempat-tempat terbuka. Tumbuhan ini bisa
juga tumbuh di tempat yang terlindung. Tinggi tanaman ini m antara 0,2-1 meter. Daunnya berbentuk
bulat telur dan berwarna hijau dengan panjang sekitar 2-6 cm, lebar 1-3 cm, dan tangkai daun sangat pendek. Daun dan batang mengandung lateks. Bunga aksial timbul dari aksial daun dengan kelopak bunga kecil dan
berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, ujungnya melebar,
berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu tergantung kultivarnya.
Buahnya berbentuk silinder dengan ujung lancip, berambut, panjangnya
sekitar 1,5 - 2,5 cm, dan berbiji banyak.
Bunga dan daun berpotensi menjadi sumber obat leukemia dan penyakit Hodgkin. Kandungan bahan kimianya adalah vincristine, vinblastine, reserpine, ajmalicine, dan serpentine. Sedangkan kandungan lainnya adalah Catharantine, leurosine, norharman, lochnerine, tetrahidroalstonine, vindoline, vindolinine, akuammine, vincamine, vinleurosine, vinrosidin yang semuanya adalah beracun. Tanda-tanda keracunan tapak dara adalah demam, loyo, dan muntah-muntah dalam tempo 24 jam. Tanda-tanda lain adalah neuropati, kehilangan refleks tendon, berhalusinasi, koma, dan kematian.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar